Bandung chater blog all can post
|
|
comments (1)
|
|
|
comments (0)
|



(cangengesan kaya kuda nyengir)
Jack : Dewi kok kamu msh marah sih ama aku ? katanya kamu selalu memberikan seribu maaf untukku ?
Dewi : Sapa suruh mau percaya ? kamu bodoh yah…
Jack : Emang aku ini bodoh…tapi aku bukan org bodoh yang menyukai dirimu..
Dewi : ………..
co: kemarin aku liat ada 1000 bintang di langit (ngomong sama cwe)
ce: ah yang bener??
co: iya bener, tapi sekarang tinggal 998 bintang…
ce: lho…kow bisa ilang dua?
co: iya 2 bintang yang ilang itu ternyata ada di dalam mata kamu (sambil liat matanya dalam2)
co: bapak kamu maling ya?
ce: ih….kow jahat sie bapak ku dibilang maling. kow gitu?
co: iya soalnya kamu pintar banget mencuri hatiku..
co: bapak kamu nahkoda ya?
ce: enggak kow….
co: tapi koq aku ingin sekali berlabuh di pelabuhan hatimu….
Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus
ketika dia nanya..
“Lo kenapa sih?”
Lo tanya ke dia..
“Sakit ga sih?”
cewe: Sakit kenapa?
Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit..
Sakit ga sih?
Co: “Hey Laura!! (Big Hug), I haven’t seen you FOREVER!!!! (Huge KISS) Wow, you’ve really have changed!!!
Ce: “Wait, I’m not Laura..”
Co: “What? Oh my God, You even changed your name!!!
co : say, 1 + 1 berapa ??
ce : 2 say
co : salah mustinya itu 1
ce : koq isa
co : karena nanti cinta ku dan cintamu akan melebur menjadi 1
ce : ah say bisa aje de :
co : gw lage bingung neh
ce : bingung napa ??
co : iya bingung,aja. .kok lo bisa ada disini ya sekarang ..??
ce : loh maksudnya ??? (tambah bingung juga )
co : iya, soalnya gw pikir bidadari tuh adanya di kahyangan
ce : *&^$^&
ce: bang, kalo aye jadi bunga, abang jadi apa?
co: abang pengen jadi matahari neng…
ce: kok ga jadi kumbang sih bang??
co: kan bunga ga bisa hidup tanpa matahari neng…
ce: mmm,, kalo aye jadi bulan, abang, jadi apa?
co: abang tetep pengen jadi matahari neng…
ce: kan matahari ma bulan ga isa ketemu bang??
co: kan bulan bisa bersinar karena sinar matahari neng..
co : kamu tahu apa definisi dari indah ??
ce : mm..yg jelas indah itu cantik…
co : well bener sih, tp menurut gw…indah itu adalah saat dimana kita ngga merasakan sedikit pun keburukan di dalamnya ..kmu pernah ngerasain yg begitu ???
ce : mungkin kalee ya
co : klo aku sering bgt…dan itu adalah saat….. diriku bersama dengan dirimu
ce : :malu
Apa anda mau menambahi ayat- ayat humor diatas? silahkan he..he. dicoba aja tips yang ini siapa tahu jadi playboy yahud.
|
|
comments (0)
|
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
|
|
comments (4)
|

JOMBLOlogy adalah ilmu yang membahas tentang JOMBLO. Dalam bahasa
latin ‘jomblus’
artinya satu,sendiri atau single. JOMBLOlogy mempelajari sifat,
kebiasaan, karakteristik, kelebihan, dan kekurangan berbagai tipe
jomblo. Dimulai
dari penampilan mereka dari luar sampai potensi mereka yang di dalam.
Jomblo dibagi menjadi 4 tipe dasar. Dimana kita akan membahas satu per satu
ke-4 tipe tersebut, dan mungkin kita dapat melihat adanya kesamaan
atau kemiripan di diri kita masing-masing.
Jomblus Underdogus
Yang pertama adalah jomblus underdogus, yang bisa kita sebut sebagai JOMBLO
tipe-A.
Jomblo ini cenderung mempunyai nasib buruk dalam segala hal yang berhubungan
dengan perempuan. Ketika ada kesan bahwa nasibnya membaik jangan buru-buru
bahagia sebab nasib baik tersebut akan berputar arah kembali menjadi buruk.
Apa yang dimiliki jomblo ini sangat minim, baik kelebihan maupun
kekurangan. Tidak ada yang terlalu menonjol dari jomblo ini, yang menyebabkan
jarang bagi lawan jenis untuk melirik/melihat. Kunci jomblo ini dalam
mencari pasangan adalah PeDe, karena hanya dengan percaya diri yang kuat
disitu terletak perjalanan cinta yang nikmat.
Karakteristik dari jomblo ini adalah :
* Penampilan pas pas-an
* Aura negatif
* Pribadi menarik
* Harga diri rendah
Jomblus Playboynus
Berikutnya adalah jomblus playboynus, atau kita sebut JOMBLO tipe-B.
Jomblo tipe ini banyak ditemukan di sekitar kita. Jomblo yang terlihat
nasibnya jauh lebih baik dari kita dalam hal mencari pasangan. Berbeda
dengan tipe sebelumnya, jomblo ini mempunyai banyak kelebihan terutama
bagian external.
Seringkali kita bisa melihat jomblo tipe ini harus menyaring lawan jenis yang
berdatangan ke arahnya. Kelebihan jomblo ini dimulai dari penampilan fisik,
kemampuan
berbicara, kelihaian dalam pendekatan wanita dan lain-lain.
Jomblo ini memilih untuk tidak mencari satu pasangan melainkan beragam
pasangan. Meskipun terlihat serba hoky dori jomblo ini tetap mempunyai
kelemahan.
Ketidakmampuan jomblo ini dalam membina hubungan ‘one on one’ mungkin
disebabkan karena kurangnya pengalaman berhubungan serius.
Karakteristik jomblo ini adalah :
* Penampilan menarik
* Aura magnetik
* Jago speak-speak
* Takut terikat
Jomblus Misterius
Kepribadian yang tersembunyi adalah sifat jomblus misterrius yang
paling menonjol.
JOMBLO tipe-C ini sangat ‘introvert’. Dari 100% yang ada di dalam
pikirannya, hanya 10%-20% yang terekspresikan keluar. Jomblo ini
kurang percaya
diri hingga menyebabkan banyak sekali keinginan dan tekad yang tidak
terlaksanakan.
Sebenarnya potensi jomblo ini besar dan penampilan secara fisikpun tidak
mengecewakan, namun jomblo ini tidak dapat menggunakan
kelebihan-kelebihannya sebagai alat komunikasi yang handal terhadap lawan
jenis. Jomblo seperti ini cenderung menjadi pasangan yang setia karena
perjuangan dan jerih payahnya untuk
mendapatkan pasangan yang dia inginkan sangat berarti, sehingga beruntunglah
untuk lawan jenis yang bisa melihat potensi jomblo yang satu ini.
Karakteristik jomblo ini adalah :
* Potensi tinggi
* Alat komunikasi lemah
* Pemburu jarak jauh
* Plin plan
Jomblus Ditolakterus
Sulit sebenarnya untuk menjelaskan secara detail tipe jomblus ditolaktrus ini.
JOMBLO tipe-D ini adalah tipe jomblo yang paling unik - namun bukan
dalam arti positif. Perilaku dan motivesi jomblo ini sulit untuk
diperhitungkan. Banyak sekali tindakan-tindakan
yang tidak masuk akal yang dilakukan jomblo ini dalam mencari lawan
jenis. Apa
yang terlihat diluar kemungkinan itu juga yang akan terlihat dari dalam.
Mungkin ini satu-satunya dimana kita bisa ‘judge the book by its cover’.
Penampilannya yang kurang memadai menjadi suatu kelemahan yang mutlak dalam
mencari pasangan. Namun jomblo ini tidak semuanya negatif, secara
kepribadian
dan sifat dasarnya jomblo ini adalah manusia yang jujur, setia dan baik
hati.
Karakteristik jomblo ini adalah :
* Penampilan tidak memadai
* Invisible bagi lawan jenis
* Perilaku tidak jelas
* Lain dari yang lain
Sekian pelajaran tentang JOMBLOlogy, semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi para
jomblo yang sedang mencari identitas dirinya dan berguna dalam menentukan
cara dalam mendapatkan pasangan.